Pengertian Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa
Aktif (CBSA)
Menurut Nana
Sujana (1988), dikatakan bahwa CBSA adalah suatu proses belajar-mengajar yang
menggunakan berbagai metode yang subjek didiknya terlibat secara intelektual
dan emosional, sehingga subjek didik betul-betul berperan dan berpartisipasi
aktif dalam kegiatan belajar.
Menrut Misbah
Partika (1987), dikatakan CBSA adalahproses belajar –mengajar yang menggunakan
berbagai metode yang menitik beratkan kepada keaktifan yang bersifat fisik,
mental, emosional maupun intelektual untuk mencapai tujuan pendidikan yang
berhubungan dengan wawasan kognitif, afektif dan psikomotor secara optimal.
Menurut
A.Kosasih Djahiri (1980) dikatakan bahwa “CBSA” adalah suatu proses interaksi
aktif seluruh p[otensi manusiawi siswa (emosi, feeling, pikiran, nilai, moral)
secara fungsional dalam menginternalisasi dan mempersanalisasikan suatu tujuan
pelajaran yang/ diinginkan.
Bertitik
tolak dari beberapa definisi tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan
bahwa CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) merupakan suatu pendekatan yang
diterapkan dalam proses belajar-mengajar dengan menekankan pada keterlibatan
kemampuan peserta didik, baik secara fisik, mental, intelektual maupun
emosionalnya sehingga diperoleh hasil belajar yang berupa keteerpaduan antar
aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kesatuan pribadi peserta didik
yang utuh seperti yang diinginkan dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada
hakikatnya, kajian tentang CBSA ini dapat ditelusuri dari tiga segi, yaitu segi
konsep, segi subjek didik dan segi guru atau pengajar. Sebagai konsep, CBSA
adalah suatu proses kegiatan belajar-mengajar yang subjek didiknya terlibat
secara intelektual dan emosional serta fisiknya, sehingga ia betul-betul
berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Dengan
demikian peserta didik, merupakan inti dalam kegiatan belajamengajar. Sekaligus
peserta didik sebagai subyek dan obyek kegiatan belajar-mengajar.
Dilihat dari
subyek didik, CBSA merupakan suatu proses. Dari segi guru dan pengajar, CBSA
merupakan pendekatan mengajar yang diterapkan guru untuk memancing keaktifan
dan peran peserta didik secara optimal sebagai subyek pendidikan.
Dengan
demikian dapat dikatakan, bahwa yang dimaksud dengan CBSA merupakan salah satu
cara pendekatan belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi aktif
baik fisik, intelektual dan emosional peserta didik seoptimal mungkin dapat
mengubah prilakunya secara lebih efektif dan efisien.
Prinsip Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif
( CBSA ) terbagi atas 4 dimensi yaitu :
1. Dimensi subjek didik
·
Keberanian mewujudkan minat,
keinginan, pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses
belajar-mengajar. Keberanian tersebut terwujud karena memang direncanakan oleh
guru, misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok, dimana siswa
tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat.
·
Keberanian untuk mencari kesempatan
untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses
belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. Hal mi
terwujud bila guru bersikap demokratis.
·
Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan
kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang
memang dirancang oleh guru.
·
Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan
kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu, yang
memang dirancang oleh guru.
·
Peranan bebas dalam mengerjakan
sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru.
2. Dimensi Guru
·
Adanya usaha dan guru untuk mendorong
siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam
proses belajar-mengajar.
·
Kemampuan guru dalam menjalankan
peranannya sebagai inovator dan motivator.
·
Sikap demokratis yang ada pada guru dalam
proses belajar-mengajar.
·
Pemberian kesempatan kepada siswa
untuk belajar sesuai dengan cara serta tingkat kemampuan masing-masing.
·
Kemampuan untuk menggunakan berbagai
jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multimedia. Kemampuan mi akan
menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.
3. Dimensi Program
·
Penentuan tujuan dan isi pelajaran
Prinsip ini menuntut agar dalam mengembangkan
program pembelajaran hendaknya dilakukan penyesuaian antara tujuan dari isi
pembelajaran dengan karakteristik siswa, sehingga dapat memenuhi kebutuhan,
minat dan kemampuan siswa.
·
Pengembangan konsep dan aktifitas
siswa.
Prinsip ini mengisyaratkan agar program mampu
menyajikan alternative kegiatan yang mengarah pada pengembangan konsep
aktifitas belajar siswa.
·
Pemilihan dan penggunaan berbagai
metode dan media
Prinsio ini menuntut agar guru mampu memilih dan
sekaligus mampu menggunakan berbagai strategi dan metode belajar-mengajar,
sehingga dapat menciptakan kondisi belajar yang dapat membelajarkan siswa
secara aktif dan penuh makna.
·
Penentuan metode dan media
Prinsip ini mempersyaratkan agar dalam program
pembelajaran diberikan alternative metode dan media yang dapat dipilih secara
luwes, maksudnya pengembangan program hendaknya mampu memilih metode atau media
sebagai alternatif memilih kesetaraan.
4. Dimensi situasi belajar-mengajar
·
Situasi belajar yang menjelmakan
komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa
sendiri dalam proses belajar-mengajar.
·
Adanya suasana gembira dan bergairah
pada siswa dalam proses belajar-mengajar.
Kelebihan dari Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
- Guru tidak lagi hanya
menuangkan semua informasi yang dimilikinya kepada peserta didik. Tetapi
disini guru memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk menemukan
fakta dan informasi kemudian mengolah dan mengembangkannya. Dengan kata
lain guru guru tidak melakukan cara pendekatan memberikan ikan kepada
peserta didik, tetapi guru melakukan cara pendekatan memberikan “kail”
kepada peserta didik. Dengan cara begitu peserta didik akan cepat
berkembang dan maju di dalam belajarnya.
- Peserta didik lebih
menghayati hal-hal yang dipelajari melalui percobaan ataupun praktek
langsung, melalui pengalaman terhadap kenyataan langsung dilingkungannya,
melalui perlakuan terhadap benda-benda nyata, melalui kegiatan membaca dan
menyimak atau melalui penugasan dan melakukan kegiatan tertentu.
- melalui CBSA, pengembangan
pengetahuan, keterampilan, sikap nilai dapat dipadukan dalam kegiatan
belajar-mengajar.
- Melalui CBSA perbedaan
pengembangan berebagai aspek dapat ditangani lebih baik dalam kegiatan
belajar-mengajar.
- Melalui pendekatan CBSA
fisik, mental dan perasaan peserta didik terlibat dalam proses belajar-
mengajar dan sangat membantu perkembangan kehidupan peserta didik seutuhnya.
Kekurangan
dari Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif
Kekurangan dari kurikulum CBSA adalah ternyata di
dalam penerapannya sering terjadi guru membiarkan peserta didik belajar sendiri
atau mengerjakan tugas yang telah diberikannya sementara guru bersantai- santai
yang akhirnya peserta didik pun terlantar tanpa bimbingan gurunya’. Sehingga
muncul plesetan “CBSA , catat buku sampai abis.