Selasa, 28 Mei 2013

Yesung " Super Junior"

Profil Yesung

Nama : Yesung
Nama Asli : Kim Jong Woon
Posisi di group : Vokalis Utama
Tanggal Lahir : 24 Agustus 1984
Tempat Lahir : Cheonan, Chungcheong Selatan, Korea Selatan
Tinggi : 178 cm
Berat : 64 kg
Golongan Darah : AB
Zodiak : Virgo
Agama : Katolik
Agensi : SM Entertainment
Twitter : http://twitter.com/#!/shfly3424
Ø  Fakta Yesung
Ø  Warna favorit Yesung adalah merah
Ø  Aktris Moon Geun Young adalah tipe wanita ideal Yesung (aku rasa karena mirip dengannya *read : parasnya)
Ø  Musim favorit Yesung adalah musim gugur
Ø  Salah satu kebiasaan Yesung adalah menggigit kuku (*oh that’s really me)
Ø  Yesung memiliki 3 ekor kura-kura bernama : ttangkoma, ttangkko, dan ttangkominh
Ø  Yesung juga memiliki seekor anjing bernama kkoming
Ø  Yesung terkadang berperilaku seperti anak kecil
Ø  Yesung hobi mengoleksi CD dan DVD
Ø  Yesung mengaku bahwa hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya adalah menjadi member Super Junior
Ø  Moto hidup Yesung adalah “Keluarga adalah yang paling penting’
Ø  Sesuatu yang paling berharga dalam hidup Yesung adalah keluarga dan Super Junior
Ø  Saat hujan, Yesung berubah menjadi seorang yang melankolis
Ø  Yesung pernah dilarikan kerumah sakit karena pingsan setelah berjalan 70 mil dalam acara marathon
Ø  Yesung adalah pembawa acara di radio dalam program “Miracle”
Ø  Yesung tergabung ke dalam Super Junior, Super Junior KRY, dan Super Junior Happy


Jumat, 24 Mei 2013

contoh Narrative teks


MY HANDPHONE WAS TAKEN
My alarm was ringing, when I looked at the clock was showed at 6 a.m. and it was time I had to get up and get ready went to school. My mother has prepared breakfast for the family, with still a bit  sleepy  I stood up to leave the room to went to the bathroom.
A few minutes later, I had went out of the bathroom and went back to my bed room to changed my clothes , I prepare my books that should I bring on that day and then  my  mother called me to breakfast soon so I was not late arrived to  school. After I had breakfast, I rushed  to went  to school by  motorcycle  because on that day was Monday so I had to hurry up to went to school because there would  be a flag ceremony that always held every Monday and I did not forget to stop at my friend's   house  because  I always went to school with her. Just fifteen minutes, I arrived in my school but not a lot of students who attended because   the time still showed 7:10 minutes. I can still sit in front of the class to wait another friends  of a friend who one by one came and I do not forget  to turn off my phone before the ceremony started
At 07.30 ceremony will be begun, my friends gathered in the field along with another friend the ceremony took place very quietly until ceremony finished
At 08.00 I back in my class to follow the lesson but suddenly BP’s teacher is coming in my class ,and suddenly my teacher checked our phone immediately my face changed to be pale white, my blood stream stopped and my heart was beat very past, without think I was immediately put my mobile in a drawer
I was immediately put the phone in a drawer, and I hope my teacher not check it but in fact my teacher got my phone I can’t believe if my mobile taken, my tears down because we are cannot take my phone if my parents not come in my school, I am so scared because my father is very cruel not be easy to me for called my father came to my school.
Bell rang sign all the students go home I got up from my seat with face depressed, when I arrived in my home I immediately entered my room and locked the door, a few minutes later my mother call me to   out for lunch, I just replied with answers short yes just wait, but my mother caught there are different in myself finally my mother knocked on my door and asked what’s wrong with you? I answer, my phone was taken my teacher and my phone cannot be taken if my parents not came in the school my mother said do not worry about that I would go in your school.
Tomorrow morning my mother went to my school for take my phone and when I came in my house I look my phone on the table with my sweet smile I took my phone while said thank you very much to my mother you are my guardian angel in my life.
Next day I went to school and not carry my phone because I had promised I will not carry it anymore.

Model pembelajaran CBSA


Pengertian Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Menurut Nana Sujana (1988), dikatakan bahwa CBSA adalah suatu proses belajar-mengajar yang menggunakan berbagai metode yang subjek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional, sehingga subjek didik betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar.
Menrut Misbah Partika (1987), dikatakan CBSA adalahproses belajar –mengajar yang menggunakan berbagai metode yang menitik beratkan kepada keaktifan yang bersifat fisik, mental, emosional maupun intelektual untuk mencapai tujuan pendidikan yang berhubungan dengan wawasan kognitif, afektif dan psikomotor secara optimal.
Menurut A.Kosasih Djahiri (1980) dikatakan bahwa “CBSA” adalah suatu proses interaksi aktif seluruh p[otensi manusiawi siswa (emosi, feeling, pikiran, nilai, moral) secara fungsional dalam menginternalisasi dan mempersanalisasikan suatu tujuan pelajaran yang/ diinginkan.
Bertitik tolak dari beberapa definisi tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) merupakan suatu pendekatan yang diterapkan dalam proses belajar-mengajar dengan menekankan pada keterlibatan kemampuan peserta didik, baik secara fisik, mental, intelektual maupun emosionalnya sehingga diperoleh hasil belajar yang berupa keteerpaduan antar aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kesatuan pribadi peserta didik yang utuh seperti yang diinginkan dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada hakikatnya, kajian tentang CBSA ini dapat ditelusuri dari tiga segi, yaitu segi konsep, segi subjek didik dan segi guru atau pengajar. Sebagai konsep, CBSA adalah suatu proses kegiatan belajar-mengajar yang subjek didiknya terlibat secara intelektual dan emosional serta fisiknya, sehingga ia betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian peserta didik, merupakan inti dalam kegiatan belajamengajar. Sekaligus peserta didik sebagai subyek dan obyek kegiatan belajar-mengajar.
Dilihat dari subyek didik, CBSA merupakan suatu proses. Dari segi guru dan pengajar, CBSA merupakan pendekatan mengajar yang diterapkan guru untuk memancing keaktifan dan peran peserta didik secara optimal sebagai subyek pendidikan.
Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa yang dimaksud dengan CBSA merupakan salah satu cara pendekatan belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi aktif baik fisik, intelektual dan emosional peserta didik seoptimal mungkin dapat mengubah prilakunya secara lebih efektif dan efisien.
Prinsip Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA ) terbagi atas 4 dimensi yaitu :
1.  Dimensi subjek didik
·         Keberanian mewujudkan minat, keinginan, pendapat serta dorongan-dorongan yang ada pada siswa dalam proses belajar-mengajar. Keberanian tersebut terwujud karena memang direncanakan oleh guru, misalnya dengan format mengajar melalui diskusi kelompok, dimana siswa tanpa ragu-ragu mengeluarkani pendapat.
·         Keberanian untuk mencari kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar-mengajar maupun tindak lanjut dan suatu proses belajar mengajar. Hal mi terwujud bila guru bersikap demokratis.
·         Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu yang memang dirancang oleh guru.
·         Kreatifitas siswa dalam menyelesaikan kegiatan belajar sehingga dapat mencapai suatu keberhasilan tertentu, yang memang dirancang oleh guru.
·         Peranan bebas dalam mengerjakan sesuatu tanpa merasa ada tekanan dan siapapun termasuk guru.
2.  Dimensi Guru
·         Adanya usaha dan guru untuk mendorong siswa dalam meningkatka kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif dalam proses belajar-mengajar.
·         Kemampuan guru dalam menjalankan peranannya sebagai inovator dan motivator.
·         Sikap demokratis yang ada pada guru dalam proses belajar-mengajar.
·         Pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan cara serta tingkat kemampuan masing-masing.
·         Kemampuan untuk menggunakan berbagai jenis strategi belajar-mengajar serta penggunaan multimedia. Kemampuan mi akan menimbulkan lingkuñgan belajar yang merangsang siswa untuk mencapai tujuan.
3.  Dimensi Program
·         Penentuan tujuan dan isi pelajaran
Prinsip ini menuntut agar dalam mengembangkan program pembelajaran hendaknya dilakukan penyesuaian antara tujuan dari isi pembelajaran dengan karakteristik siswa, sehingga dapat memenuhi kebutuhan, minat dan kemampuan siswa.
·         Pengembangan konsep dan aktifitas siswa.
Prinsip ini mengisyaratkan agar program mampu menyajikan alternative kegiatan yang mengarah pada pengembangan konsep aktifitas belajar siswa.
·         Pemilihan dan penggunaan berbagai metode dan media
Prinsio ini menuntut agar guru mampu memilih dan sekaligus mampu menggunakan berbagai strategi dan metode belajar-mengajar, sehingga dapat menciptakan kondisi belajar yang dapat membelajarkan siswa secara aktif dan penuh makna.
·         Penentuan metode dan media
Prinsip ini mempersyaratkan agar dalam program pembelajaran diberikan alternative metode dan media yang dapat dipilih secara luwes, maksudnya pengembangan program hendaknya mampu memilih metode atau media sebagai alternatif memilih kesetaraan.
4.  Dimensi situasi belajar-mengajar
·         Situasi belajar yang menjelmakan komunikasi yang baik, hangat, bersahabat, antara guru-siswa maupun antara siswa sendiri dalam proses belajar-mengajar.
·         Adanya suasana gembira dan bergairah pada siswa dalam proses belajar-mengajar.
Kelebihan dari Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
  1. Guru tidak lagi hanya menuangkan semua informasi yang dimilikinya kepada peserta didik. Tetapi disini guru memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk menemukan fakta dan informasi kemudian mengolah dan mengembangkannya. Dengan kata lain guru guru tidak melakukan cara pendekatan memberikan ikan kepada peserta didik, tetapi guru melakukan cara pendekatan memberikan “kail” kepada peserta didik. Dengan cara begitu peserta didik akan cepat berkembang dan maju di dalam belajarnya.
  2. Peserta didik lebih menghayati hal-hal yang dipelajari melalui percobaan ataupun praktek langsung, melalui pengalaman terhadap kenyataan langsung dilingkungannya, melalui perlakuan terhadap benda-benda nyata, melalui kegiatan membaca dan menyimak atau melalui penugasan dan melakukan kegiatan tertentu.
  3. melalui CBSA, pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap nilai dapat dipadukan dalam kegiatan belajar-mengajar.
  4. Melalui CBSA perbedaan pengembangan berebagai aspek dapat ditangani lebih baik dalam kegiatan belajar-mengajar.
  5. Melalui pendekatan CBSA fisik, mental dan perasaan peserta didik terlibat dalam proses belajar- mengajar dan sangat membantu perkembangan kehidupan peserta didik seutuhnya.
Kekurangan dari Model Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif
Kekurangan dari kurikulum CBSA adalah ternyata di dalam penerapannya sering terjadi guru membiarkan peserta didik belajar sendiri atau mengerjakan tugas yang telah diberikannya sementara guru bersantai- santai yang akhirnya peserta didik pun terlantar tanpa bimbingan gurunya’. Sehingga muncul plesetan “CBSA , catat buku sampai abis.

















Kamis, 23 Mei 2013

paragraf example

TOTAMMA’ (DANCING HORSE)
Polman is the one province in west Sulawesi that has many traditions and the one of tradition is called Totamma (Dancing Horse). Totamma is the most popular tradition in my province because only West Sulawesi has a dancing horse that we did not found in the other place or country. Every year is always performed Totamma (Dancing Horse) especially to celebrate prophet maulid.
Totamma is a good tradition because the child who has finished the holy al-Quran must to do that and the manner is the child rode a horse and accompanied by a girl to sit in front of the child. Every girl who rode a horse using make-up like the woman that will be married and when the event started the horse together with the music from rebana (rebana is the one of the instrument music traditional in the west Sulawesi made of goat’s skin). Rebana in this tradition very important because if do not using Rebana, the horse do not will dance so horse and rebana have to one package.
During the event, so many people from in the other city come to see the show Totamma (dancing horse) and every year always a lot of the child rode a horse and this year’s more sixty horses and the girl who is rode a horse be interesting to see it and many people take the picture with the girl.